Perubahan
yang terdapat dalam sekolah termasuk hal yang sulit untuk dilakukan. Kebanyakan
orang menganggap bahwa bekerja di dunia pendidikan memiliki jam kerja yang
fleksibel dan beban kerja yang dipandang ringan. Faktanya, tantangan pendidikan
kini tidaklah berjalan seperti anggapan kebanyakan orang. Hal semacam itu
justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.
Perubahan
yang dipandang menantang untuk dilakukan dalam sekolah diantaranya perubahan
menuju pada dunia pendidikan yang menjadikan guru memliki jiwa mendidik yang
baik dan benar bukan hanya sekedar profesi. Dalam permasalahan ini, kebanyakan
calon tenaga pengajar hanya memikirkan dan melihat dari buah proses yang
panjang dialami seorang guru. Artinya, mereka calon-calon guru yang tertarik untuk
menjadi guru hanya ingin enaknya saja tanpa memandang betapa sulitnya menjadi
pendidik yang benar-benar bisa mendidik. Maka dari itu, untuk membuktikan bahwa
calon guru memang benar-benar ingin mendidik dan mengabdi negeri ini,
pemerintah memberikan fasilitas diantaranya mengadakan kegiatan SM3T. Dimana
calon-calon pendidik ditempatkan di berbagai pelosok negeri. Selain bermanfaat
untuk meratakan pendidikan di Indonesia, para calon-calon pendidik ditumbuhkan
jiwa mendidik diantaranya yaitu mengajar dengan suka rela tanpa suatu imbalan untuk
mengabdi bangsa Indonesia dan membantu salah satu tujuan negara yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga setelah calon pendidik menjadi guru
yang sesungguhnya dan terjun langsung dalam sekolah, ia akan lebih memaknai
dirinya sebagai guru yang digunakan sebagai fasilitator, mendampingi,
mensupport, dan membuka jalan bagi pengetahuan lebih lanjut.
Memperbaiki perspektif guru yang pekerjaannya tidak hanya
asal kerja namun lebih kepada hal yang diatas maka akan sangat membantu karena
peran guru sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Dalam mendidik beberapa
guru hanya memenuhi kewajiban pekerjaannya sebagai guru asalkan sudah bisa memeuhi
jam mengajarnya misalkan tanpa menekankan ilmu yang diajarkan, tanpa ada penjelasan
yang jelas, bahkan tanpa melakukan evaluasi terhadap siswanya. Sehingga siswa
hanya sekedar tahu mata pelajaran tersebut tanpa bisa digunakan sebagai bekal
selanjutnya. Maka seharusnya yang dilakukan oleh guru adalah mengajar dengan
menekankan teori dan praktek dengan cara yang tidak membosankan atau dengan
sekreatif mungkin supaya peserta didik lebih tertarik dan dapat dengan mudah
memahami apa yang disampaikan.
Jika
pada suatu sekolah memiliki guru-guru yang kompeten dan memiliki jiwa
benar-benar ingin mendidik maka tak heran sekolah itu pasti akan menghasilkan
peserta didik yang lebih berkualitas. Untuk menjadikan suatu sekolah tersebut
menjadi sekolah yang favorit, bermutu dan sekolah yang mendapat kepercayaan
tinggi dari masyarakatnya maka perubahan guru dalam mendidik siswa itu penting.
Karena sudah pasti jika pendidik berhasil mendidik siswanya maka dampaknya
tidak hanya menghasilkan lulusan-lulusan yang baik saja akan tetapi berimbas
pada sarana dan prasarana yang dikembangkan oleh pihak sekolah. Karena dalam
pihak sekolah terdapat orang-orang yang memliki jiwa mendidik dan lebih
mengutamakan dan memperhatikan pendidikan.



