skip to main | skip to sidebar

Archivo del blog

  • ▼ 2017 (5)
    • ► September (1)
      • MAHASISWA KEHILANGAN IDENTITAS
    • ▼ November (4)
      • SEJARAH JUMPRIT BAGIAN RUNTUHNYA MAJAPAHIT
      • Kolektor Gundam
      • PINTAR BAGI WAKTU ala Anak Organisasi
      • Perubahan dalam Mendidik
Selamat Datang Readers \(^.^)/

Mari saling berbagi dalam hal yang positif.

  • Home
  • About
  • Contact

Wikipedia

Hasil penelusuran

Facebook

Laporkan Penyalahgunaan

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

Post Top Ad

Your Ad Spot

Ad Home

BANNER 728X90

??? ???????

Music

  • Features
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Seo Service
  • Mega Menu
  • Documentation
  • Download This Template
  • ???????
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • ????? ???
  • ???? ?????
  • ????? ??? ??????

Translate

Popular Posts

  • MAHASISWA KEHILANGAN IDENTITAS
    Mahasiswa kini telah kehilangan identitasnya sebagai generasi penerus bangsa serta golongan intelektual yang berperan sebagai pemikir....

???????

  • Home

  • Beranda

FEATURED POSTS

Selamat Datang Readers \(^.^)/

Mari saling berbagi dalam hal yang positif.

Perubahan dalam Mendidik

Jumat, 10 November 2017

Perubahan yang terdapat dalam sekolah termasuk hal yang sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang menganggap bahwa bekerja di dunia pendidikan memiliki jam kerja yang fleksibel dan beban kerja yang dipandang ringan. Faktanya, tantangan pendidikan kini tidaklah berjalan seperti anggapan kebanyakan orang. Hal semacam itu justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.
Perubahan yang dipandang menantang untuk dilakukan dalam sekolah diantaranya perubahan menuju pada dunia pendidikan yang menjadikan guru memliki jiwa mendidik yang baik dan benar bukan hanya sekedar profesi. Dalam permasalahan ini, kebanyakan calon tenaga pengajar hanya memikirkan dan melihat dari buah proses yang panjang dialami seorang guru. Artinya, mereka calon-calon guru yang tertarik untuk menjadi guru hanya ingin enaknya saja tanpa memandang betapa sulitnya menjadi pendidik yang benar-benar bisa mendidik. Maka dari itu, untuk membuktikan bahwa calon guru memang benar-benar ingin mendidik dan mengabdi negeri ini, pemerintah memberikan fasilitas diantaranya mengadakan kegiatan SM3T. Dimana calon-calon pendidik ditempatkan di berbagai pelosok negeri. Selain bermanfaat untuk meratakan pendidikan di Indonesia, para calon-calon pendidik ditumbuhkan jiwa mendidik diantaranya yaitu mengajar dengan suka rela tanpa suatu imbalan untuk mengabdi bangsa Indonesia dan membantu salah satu tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga setelah calon pendidik menjadi guru yang sesungguhnya dan terjun langsung dalam sekolah, ia akan lebih memaknai dirinya sebagai guru yang digunakan sebagai fasilitator, mendampingi, mensupport, dan membuka jalan bagi pengetahuan lebih lanjut.
            Memperbaiki perspektif guru yang pekerjaannya tidak hanya asal kerja namun lebih kepada hal yang diatas maka akan sangat membantu karena peran guru sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Dalam mendidik beberapa guru hanya memenuhi kewajiban pekerjaannya sebagai guru asalkan sudah bisa memeuhi jam mengajarnya misalkan tanpa menekankan ilmu yang diajarkan, tanpa ada penjelasan yang jelas, bahkan tanpa melakukan evaluasi terhadap siswanya. Sehingga siswa hanya sekedar tahu mata pelajaran tersebut tanpa bisa digunakan sebagai bekal selanjutnya. Maka seharusnya yang dilakukan oleh guru adalah mengajar dengan menekankan teori dan praktek dengan cara yang tidak membosankan atau dengan sekreatif mungkin supaya peserta didik lebih tertarik dan dapat dengan mudah memahami apa yang disampaikan.

Jika pada suatu sekolah memiliki guru-guru yang kompeten dan memiliki jiwa benar-benar ingin mendidik maka tak heran sekolah itu pasti akan menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas. Untuk menjadikan suatu sekolah tersebut menjadi sekolah yang favorit, bermutu dan sekolah yang mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakatnya maka perubahan guru dalam mendidik siswa itu penting. Karena sudah pasti jika pendidik berhasil mendidik siswanya maka dampaknya tidak hanya menghasilkan lulusan-lulusan yang baik saja akan tetapi berimbas pada sarana dan prasarana yang dikembangkan oleh pihak sekolah. Karena dalam pihak sekolah terdapat orang-orang yang memliki jiwa mendidik dan lebih mengutamakan dan memperhatikan pendidikan.

By AditiyasTanjungsari di November 10, 2017 0 komentar  

PINTAR BAGI WAKTU ala Anak Organisasi

Kamis, 09 November 2017


Berorganisasi bukanlah penghambat kuliah. Justru dalam berorganisasi kita dapat menemukan apa yang tidak diajarkan dalam perkuliahan. Afif Bayin mahasiswa UIN Yogyakarta ini mampu membagi waktunya dalam mengikuti beberapa organisasi yang ada di kampus maupun luar kampus, diantaranya taekwondo dan pencak silat yang ada dalam kampus meskipun tidak begitu aktif. Untuk organisasi di luar kampus mahasiswa semester 6 ini mengikuti IMAKTA dan IKAMANSA. IMAKTA merupakan oraganisasi Mahasiswa Yogyakarta yang berasal dari Kebumen sedangkan IKAMANSA merupakan organisasi Alumni MAN 1 Kebumen. Dalam IMAKTA ia menjabat sebagai ketua sejak tahun 2015. Kegiatan yang padat tidak mengacauan kuliahnya karena manajemen waktu sangat baik. Cara membagi waktu antara kuliah dengan kegiatan berorganisasi ala Afif Bayin yaitu lebih utaman kuliah karena di Yogyakarta sendiri tujuannya adalah untuk kuliah. Setiap akan melakukan suatu kegiatan Afif selalu mencatat kegiatan apa saja yang akan dilakukannya besok hari sehingga ia tahu apa yang harus dilakukan.
               Suka duka mantan ketua OSIS MAN 1 Kebumen ini dalam berorganisasi ialah dapat menambah skill dan bisa berkumpul bersama teman-teman serta bisa menambah kawan baru. Duka yang dirasakannya ketika mengadakan rapat dengan sedikit anggota yang berangkat. Selain itu rasa lelah sudah pasti dirasakan dalam menjalankan suatu kegiatannya. Ketua IMAKTA ini berharap supaya nantinya ia dapat hidup lebih baik baik dalam hidupnya sendiri maupun Organisasi yang saat ini di pimpinnya dan  IMAKTA juga lebih harus fleksibel dan bisa menghasilkan alumni-alumni dengan pekerjaan mapan dan baik. Ia bercita-cita ingin melanjutkan sekolah ke jenjang lebh tinggi yaitu strata dua dengan harapan besar bisa keluar negeri. Dalam hidup Afif Bayin ia memiliki motto yaitu Life is a journey and moving forward, hidup adalah perjalanan dan hidup itu terus bergerak dengan maju. “Sepintar apapun diri kita, tanpa organisasi kita tidak akan pernah maju,” tuturnya.


By AditiyasTanjungsari di November 09, 2017 0 komentar  

Kolektor Gundam

Daviq berasal dari kota kecil di daerah Temanggung lebih tepatnya Kecamatan Parakan. Ia memiliki hobi yang tergolong unik yaitu menjadi kolektor robot gundam. Mahasiswa ISI Yogyakarta ini mulai menyukai gundam sejak duduk di bangku sekolah dasar dan mulai mengenal gundam dari tayangan televisi yang menampilkan serial kartun gundam. Mahasiswa jurusan DKV ini lebih menyukai gundam daripada yang lain karena menurutnya gundam itu unik dan keren, sehingga tertarik untuk mengoleksinya. Untuk mendapat robot gundam tidak sulit bagi mereka yang mengetahui gundam secara spesifik. Gundam ternyata memiliki produk asli dan tiruan. Untuk membedakan mana yang asli dan mana yang tiruan menurut laki-laki berkulit putih ini dapat dilihat dari ada tidaknya label BANDAI pada robot gundam. Selain itu dapat dilihat dari bahan yang diakai untuk membuat robot gundam. Robot yang asli tekstur plastiknya lebih halus sedangkan tiruan tekstur plastiknya seperti timba(ember).

            Harga untuk satu robot gundam paling murah berkisar dua ratus ribu. Kemudian harga robot gundam tiruan bisa setengahnya dari harga asli. Untuk Tipe robot gundam beraneka ragam diantaranya HG atau High Grade, SD atau Super Deformed, NG atau No Grade, RG atau Real Gread, dan sebagainya. Biasanya dalam proses penyusunan robot  laki-laki yang akrab disapa mbah mangun ini kerap kali merasa frustasi karena ada saja bagian atau komponen penting yang kadang terselip karena ukuran yang sangat kecil. Ia mendapatkan robot gundam beserta onderdilnya di toko-toko yang sudah tersebar di Indonesia baik online maupun tidak.
            Tujuan dari mengoleksi gundam menurut Daviq untuk melatih kecerdasan dan pemuasan diri. Sebagai seorang kolektor robot gundam ia tergabung dalam komunitas pecinta gundam yang ada di daerahnya. Laki-laki kelahiran 97’ ini sering mengikuti berbagai even perlombaan robot gundam. Belum lama ini dia berhasil menjuarai perlombaan se-Jawa dan mendapat hadiah robot gundam. Saking cintanya terhadap koleksinya ini sampai-sampai melukis robot gundam di tembok depan rumahnya dengan ukuran yang cukup besar. Tanggapan orang tua mengenai hobinya yang terbilang tidak murah menurut mereka tidak maslah asalkan tidak lari ke narkoba dan sejenisnya. Toh ia mendapatkan robot gundam dengan menabung dari uang sakunya.

Aenun Daviq (19)


By AditiyasTanjungsari di November 09, 2017 0 komentar  

SEJARAH JUMPRIT BAGIAN RUNTUHNYA MAJAPAHIT



Jumprit boleh dikatakan sebagai bagian dari sejarah runtuhnya Majapahit. Karena dari catatan yang ada, nama Jumprit sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keberadaan salah satu penasehat Kertabumi ( Raja Majapahit yang terakhir ) yaitu Pangeran Singonegoro.
Alkisah waktu itu, Kerajaan Islam Demak yang diperintah oleh Raden Patah terus melakukan perluasan daerah termasuk ke dalam wilayah Kerajaan Majapahit.. Ada yang tunduk dan ada yang tidak tunduk terhadap kepemimpinan baru di bawah Raden Patah. Salah satunya adalah Pangeran Singonegoro yang tidak tunduk, sehingga beliau akhirnya mengasingkan diri ke dataran tinggi di daerah Tegalrejo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Nama Jumprit sendiri berasal dari salah seorang penduduk Kulon Progo. Cerita singkatnya adalah ketika itu Ki Jumprit, salah seorang penduduk yang tinggal di tepi Kali Progo terkena penyakit kulit yang parah dan tidak bisa disembuhkan. Karena sudah merasa tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakitnya maka Ki Jumprit berniat mengakhiri penderitaannya dengan bunuh diri. Pada saat itulah datang wangsit yang memerintahkan agar Ki Jumprit mandi di Sendang yang berdekatan dengan Makam Pangeran Singonegoro. Dan akhirnya setelah mandi di sendang tersebut, penyakit kulit yang diderita sembuh dan selanjutnya Ki Jumprit menjadi juru kunci di tempat tersebut sampai akhir hayatnya. Untuk menghormati keberadaan juru kunci tersebut maka dinamakanlah sendang tersebut dengan nama Jumprit sampai sekarang. Sendang tersebut memiliki legenda tersendiri, menurut Muchtasori pegawai perum perhutani yang menjadi pegawai disana, sumber mta air tersebut ditemukan oleh Pangeran Singonegoro seorang penganut agama Hindu Syiwa yang menjadi penasehat spiritual kerajaan Majapahit. Di penghujung rntuhnya kerajaan Majapahit Pangeran Singonogoro menyingkir bersama 20 kera yang menjadi pengawalnya. Dalam perjalanannya ia menemukan sendang atau sumber mata air, kemudian ia bertapa disana. Dalam pertapaannya itu ia menjadi seorang Brahmana dan mendapat julukan Panembahan Ciptaning. Setelah meninggal dunia ia dikuburkan disana termasuk istrinya yang dianggap keturunan Tionghoa. Adapula cerita lain mengnai ikhwal keyakinan bahwa air sendang Jumprit dipercaya dapat menyembuhakan penyakit. Saat ini masih banyak orang yang datang ke Jumprit untuk kungkum atau membawa pulang airnya. Katanya air tersebut bisa menyembuhkan mereka dari penyakit. Selain itu ada juga yang memiliki keinginan bisa terwujud kalau berendam di sendang pada malam hari.
Hingga saat ini sendang Jumprit dijaga oleh 20 ekor kera, yang dipercaya sebagai Ki Dipo atau Hanoman Putih. Konon jumlah kera-kera itu tidak pernah berkurang ataupun bertambah. Kalau ada kelahiran baru, kera dewasa akan menyingkir dan menghilang. Binatang tu berkeliaran di pepohonan sekitarnya.
Untuk menuju ke tempat ini tidaklah terlalu sulit, karena hanya berjarak sekitar kurang lebih dua puluh enam kilometer dari Kota Temanggung arah Ngadirejo. Jalan menuju tempat ini dari Temanggung juga terbilang bagus, namun berkelok-kelok dan turun naik seperti pada umumnya kontur jalan pegunungan. Karena sejarahnya tersebut banyak orang yang berkunjung kesini untuk mendapatkan khasiat air sendang jumprit untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Namun diluar itu semua dengan segala kekurangannya tempat ini memang layak dikunjungi untuk sekedar menikmati suasana khas pegunungan atau melepas kepenatan selepas melakukan rutinitas sehari-hari. Puluhan monyet yang menurut sejarahnya adalah keturunan Ki Dipo juga bisa kita saksikan bergelantungan di pohon maupun yang bermain-main disekitar lokasi parkir mobil.
Berada diketinggian sekitar delapan ratus meter di atas permukaan air laut di salah satu sisi Gunung Sindoro menjadikan tempat ini sangat sejuk sekaligus berpadu dengan keindahan alam pegunungan. Namun minimnya sarana dan prasarana juga mempengaruhi minat wisatawan yang berkunjung kesini. Di seberang sendang Jumprit memang terdapat kolam renang namun dengan kondisi yang kurang terawat. Begitupun dengan lokasi MCK yang ada nampak sedikit kotor dan kurang terjaga kebersihannya. Rumah makan pun tidak tersedia, hanya ada beberapa penjual bakso disekitar sendang Jumprit. Keuntungan lain berkunjung kesini adalah selepas dari Jumprit perjalanan bisa dilanjutkan ke perkebunan Teh Tambi yang indah dan selanjutnya ke dataran tinggi Dieng karena tempat-tempat tersebut merupakan satu arah apabila ditempuh dari arah Jumprit.

Tak banyak orang mengenal eksotisme ala di wilayah perbukitan kota Temanggung. Tak banyak pula yang menaruh perhatian pada penggalan sejarah Jawa Kuno berwujud bangunan dan prasasti, tanda yang senang tiasa mengundang dialog masa lalu. Itulah gerbang utama yang menuju mbul Jumprit, mata air yang disucikan. Air umbul(sendang, mata air)adalah air keberkahan yang diambil para biksu dengan ritual khusus untuk digunakan dala upacara Trisuci Waisak di Candi Borobudur. Umbul yang tak pernah kering ini juga mengisi Sungai Progo.

By AditiyasTanjungsari di November 09, 2017 0 komentar  

MAHASISWA KEHILANGAN IDENTITAS

Kamis, 14 September 2017

Mahasiswa kini telah kehilangan identitasnya sebagai generasi penerus bangsa serta golongan intelektual yang berperan sebagai pemikir. Begitulah kira-kira gambaran yang melekat bagi mereka penyandang predikat mahasiswa. Image yang didapat oleh mahasiswa sangatlah hebat. Maha dalam kata mahasiswa sudah cukup pantas bila mereka berjalan sesuai dengan perannya. Kampus tempat mereka belajar tidak kalah hebat yang selalu diidentikkan dengan tempat komunitas perubahan. Mengapa demikian? Karena dalam catatan sejarah para mahasiswa terdahulu telah memenuhi perannya dengan cukup baik. Selain berperan sebagai  pemikir, mahasiswa juga berperan sebagai oposisi pemerintahan yang paling independen pada masa orde baru. Lantas sekarang?

By AditiyasTanjungsari di September 14, 2017 0 komentar  

Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License.

Creative Commons License